Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 20 Oktober 2014

Undangan Workshop Penyususnan KTSP buku I dan II bagi madrasah yang mendapat bantuan Blockgrand Ausaid

KEMENTERIAN AGAMA
KANTOR KABUPATEN BOGOR
TIM PENGEMBANG KURIKULUM
Komplek Pemda Jl. Bersih – Telp. ( 021 ) 87913669 – 87914319 - 87914320
Fax. ( 021 ) 87914319 – Cibinong 16914


Nomor          : 001/TPK.Kab/X  /2014                                                Cibinong,   Oktober  2014
Lampiran      :  1 (Satu) lembar
Perihal          :  Undangan Workshop

Kepada Yth.
1.      Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI)
2.      Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Di-    
          Tempat.
                          
Assalamu ‘alaikum Wr.wb.
Dalam rangka Mengimplementasikan Permendikbud nomor : 61 Tahun 2014  Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Bogor,  dengan ini kami mohon Kehadiran Saudara dan Wakil Kepala Bidang Kurikulum untuk  menjadi peserta kegiatan yang akan dilaksanakan  pada :

Hari/tanggal           :  Rabu-Kamis/22-23  Oktober 2014
Cek In                    :  Pukul 10.00 s.d  13.00 WIB
Pembukaan            :  Pukul 13.00 WIB
Acara                     :  Work Shop Penyusunan KTSP  buku I dan II
Tempat                   :  Gedung Darmais 
                                  Kel. Cimandala Kec. Sukaraja Kab. Bogor

Demikian, atas kehadirannya kami ucapkan terimakasih..

TIM PENGEMBANG KURIKULUM KABUPATEN BOGOR
                          
              Ketua                                                            Sekretaris,

                 ttd                                                                     ttd 

         Dr. Ganjar                                                A. Sofwan Ansori, S.Pd.I
Mengetahui:
A.n Kepala Kantor
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah

ttd 

Drs. H. Mat Nur, MM., M.Si
NIP. 196507192000031001.
Catatan: Setiap peserta harus membawa: Laptop, Plasdisk, Printer, Kertas f4/a4, staple madrasah.

Tembusan:
1.      Yth Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Bogor
2.      Yth Ketua Pokjawas Madrasah Kab. Bogor.

3.      Yth. Ketua KKM MI dan KKM MTs 

Jumat, 17 Oktober 2014

REVOLUSI MENTAL DENGAN MENGEMBANGKAN LIMA BUDAYA KERJA

Sambut Era Revolusi Mental Dengan Kembangkan Lima Budaya Kerja


Indonesia dalam beberapa hari ke depan akan memasuki masa transisi seiring adanya pergantian Presiden dari Soesilo Bambang Yushoyono ke Joko Widodo. Revolusi mental menjadi salah satu isu utama pada masa pergantian kepemimpinan nasional ini.
Sebagai bagian dari Kementerian, hal ini tentu perlu direspon oleh Kementerian Agama. Karenanya, menyambut era revolusi mental, Mantan Sekjen Kemenag Bahrul Hayat menyarankan jajaran Kemenag untuk menyambut era revolusi mental dengan mengembangkan budaya kerja yang lebih baik demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.
“Budaya adalah perekat di mana semua orang di dalam 0rganisasi menjadi menyatu. Culture seperti besi magnet di mana molekul dari besi magnet mengarah ke arah tertentu, sementara  molekul besi biasa itu terpencar. Budaya bisa mengarahkan sebenarnya ke arah mana organisasi akan berjalan,” tegas Bahrul saat menjadi Narasumber pada Rapim Eselon I Kementerian Agama Tahun Anggaran 2014.
“Budaya kerja adalah tata nilai yang dibangun bersama dan dikomitmenkan bersama lalu dinyatakan dalam tindakan,” tambahnya.
Menurut Bahrul, setidaknya ada lima budaya kerja yang perlu terus dikembangkan Kementerian Agama, yaitu:
Pertama, budaya mengabdi. Dikatakan Bahrul bahwa budaya mengabdi merupakan sesuatu yang mutlak karena Kemenag merupakan organisasi publik yang bertugas melayani publik. “Mental pertama yang harus dimiliki seluruh aparatur adalah budaya untuk mengabdi,” terangnya. 
Mengadi, kata Bahrul, adalah menyerahkan energi dan pikiran kita untuk membangun Kemenag agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. “Aparatur kemenag memegang fungsi risalah kenabian. Abdikan diri untuk membawa misi mulia ini; bagaimana agar seluruh karyawan Kemenag memahami bahwa kita adalah organisasi yang melayani,” tegasnya.
Kedua, budaya belajar. Bahrul mengetakan bahwa Kemenag ke depan  harus menjadi learning organization, menjadi organisasi pembelajar. Maksudnya, kementerian di mana  seluruh orang yang ada di dalamnya mau terus belajar, dan pada saat yang sama juga melakukan unlearning (melepas) terhadap segala sesuatu yang tidak baik.
“Kalau ini tidak dikembangkan, kementerian ini akan tertatih-tatih oleh perkembangan. Hilangkan sikap atasan bahwa ketika anak buah berkembang itu ancaman,” kata Bahrul. 
“Kemenag harus menjadi  learning organisation. Tidak semua harus melalui sekolah atau kursus, tapi  diawali dari arahan langsung dan keteladanan dari atasan,” imbuhnya.
Ketiga, budaya unggul. Organisasi yang mempunyai budaya unggul akan senantiasa mendorong  setiap orang didalalmnya untuk berprestasi. “Jangan ada orang yang merasa tidak punya ruang berprestasi. Jangan ada atasan yang merasa takut kalau anak buahnya berprestasi,” ujar Bahrul. 
“Dorong setiap orang bekerja pada titik maksimal. Yakinkan aparatur bahwa Kemenag bisa unggul. Yakinkan semua orang bisa berprestai unggul,” tambahnya.
Keempat, budaya bekerjasama. Dikatakan Bahrul bahwa team building, team work, merupakan keniscayaan dalam organisasi. Organisasi ada karena kita berkumpul untuk tujuan yang sama. “Kekuatan anda akan diuji pada seberapa anda mampu menggerakan hasil terbaik bersama orang lain,” tandasnya.
Kelima, budaya ikhlas. Menurut Bahrul, ikhlas penting. Sebab,  ruh dari semuanya adalah mengikhlaskan seluruh pekerjaan. 
Bahrul mengatakan bahwa kelima budaya tersebut mudah untuk dikatakan, tapi tuidak mudah untuk melaksanakannya. Untuk itu, dibutuhkan  leadership yang kuat. 
“Kultur dibangun dari pimpinan. Leadership menjadi sangat penting. Leadership kita diuji untuk menerapkan 5 kultur ini di masa mendatang,” terangnya.
Bahrul menambahkan bahwa setidaknya ada 3 hal penting yang harus dimiliki oleh seorang dengan leadership yang baik, yaitu: logos, etos, dan patos. Menurutnya, pemimpin harus mempunyai pengetahuan dan nalar (logos). “Logik menjadi kekuatan leader. Jika pimpinan tidak bisa mengambil keputusan logik, bawahan pusing,” ujarnya.
Pemimpin juga harus memiliki etos yang mewujud dalam integritas. Menurut Bahrul, jika seseorang mempunyai logos, tapi tidak memiliki etos, maka aparat tidak akan nurut  karena integritasnya dipertanyakan. 
Hal terakhir yang harus dimiliki seorang leader adalah patos atau empati pada semua orang di lingkungannya. Menurutnya, empati menjadi bagian persoalan penting dalam leadership.
“Kalau ini bisa diterapkan, maka leadership akan kuat untuk menancapkan tata nilai. Leadership tidak bisa diajarkan, tapi diperlukan keteladanan,” ungkapnya. 
“Memimpin bukanlah hak, karena kita pegwai negeri. Memimpin merupakan amanah, pengabdian dan tanggung jawab. Maka pimpinlah dengan nurani dan akal sehat, pikiran dan hati. Jika ini tidak digunakan, maka transformasi budaya yang dibangun akan gagal,” pesannya. (sumber : www.kemenag.go.id)

SERIAL NUMBER IMPORT DATA GURU UNTUK BOSDA KAB. BOGOR THN 2014

SERIAL  NUMBER
Selasa, 14 Oktober 2014
UNTUK LOGIN SERIAL DI www.bosbogorkab.org SILAHKAN UNDUH KODENYA DI SINI

Rabu, 15 Oktober 2014

Pendataan Madrasah Tahun 2014 terkait memiliki SK Kemenhumham

INSTRUMEN
PENDATAAN MADRASAH KABUPATEN BOGOR
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
I. IDENTITAS LEMBAGA PENYELENGGARA
1. Nama Yayasan
:










2. Tahun Berdiri

:










3. Akta Notaris / Nomor
:










4. SK. Kemen Hum Kam
:










5. Alamat
:                                                     Telp.




Email:










II. IDENTITAS MADRASAH










1. Nama Madrasah
:










2. Tahun Berdiri

:










3. NSM


:










4. NPSN


:










5. Status Madrasah
: Negeri/Swasta *): Akreditasi :.........................................

6. Alamat
:                                                    





:





Telp.



7.Jumlah Kelas/Rombel
:










8.Waktu Belajar











: Pagi Pukul .....................s/d.......................................


: Sore Pukul .....................s/d.......................................


III. DATA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN

STATUS KEPEGAWAIAN
PENDIDIKAN TERAKHR
PNS
PNS Sertifikasi
Non PNS Sertifikasi
GTT/GTY
GTTY
JUMLAH TOTAL
PTT
PTY
JUMLAH PTT & PTY
D-3
S-1
S-2
S-3
L
P
L
P
L
P
L
P
L
P
L
P
L
P
L
P
L
P






















JML













IV. JUMLAH PESERTA DIDIK
V. SARANA DAN PRASARANA
KELAS
JENIS KELAMIN
TOTAL
No
JENIS SARANA
JUMLAH
No
JENIS SARANA
JUMLAH
Lk
Pr
1
Ruang Kamad


10
 Masjid / Mushola

VII 




2
Ruang Kelas


11
Perpustakaan


VIII 




3
Ruang Guru


12
Laboratorium IPA

IX




4
Ruang Kepala TU

13
Laboratorium Bahasa

X




5
Ruang Staf TU


14
Lapangan Badbinton

XI




6
 Ruang Kesiswaan

15
Tenis Meja


XII




7
Ruang Pramuka

16
Futsal





8
Ruang UKS/PMR

17
Gedung Serba Guna

9
Ruang OSIS


18
Toilet



Catatan: Lampirkan Fc SK Kemenhumham.
Mengetahui
Bogor, ...................................20 ..
Pengawas Madasah
Kepala Madrasah
H. ZAENUDIN, S.Ag., M.Pd
.....................................................
Nip.196606011992031002
Nip.